Piala Dunia Klub Putri Bikin Arsenal dan Chelsea Absen

Gelaran perdana Piala Dunia Klub Putri diprediksi menimbulkan gangguan besar bagi Liga Super Putri Inggris (WSL) pada musim depan. Arsenal dan Chelsea berpotensi absen dari kompetisi domestik hingga satu bulan penuh karena harus menjalani turnamen baru bentukan FIFA tersebut.

The Guardian mengungkap pekan lalu bahwa edisi pertama Piala Dunia Klub Putri akan diberikan kepada Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Keputusan itu memunculkan persoalan tambahan berupa perjalanan transatlantik yang harus ditempuh klub-klub Eropa, sementara tanggal yang diusulkan, yakni 5 hingga 30 Januari, berbenturan langsung dengan jadwal WSL. Sampai sekarang, FIFA belum mengonfirmasi bagaimana kriteria kualifikasi turnamen tersebut.

Arsenal dan Chelsea Terancam Absen hingga Empat Pekan

Berdasarkan informasi yang dihimpun The Guardian, Arsenal sudah dipastikan ikut serta karena statusnya sebagai juara Liga Champions 2025. Chelsea kemungkinan besar menyusul, tetapi tempat mereka bisa hilang apabila Manchester City menjuarai Liga Champions musim ini.

Dampaknya cukup serius bagi kalender kompetisi domestik. Dengan mengacu pada jadwal musim ini, perjalanan panjang di Piala Dunia Klub Putri berarti kedua klub Inggris itu melewatkan hingga empat pekan pertandingan WSL ditambah putaran keempat Piala FA. Kondisi tersebut akan mengacak-acak daftar pertandingan dan memicu penumpukan laga yang padat di penghujung musim.

Masalahnya bukan sekadar jumlah pertandingan yang harus digeser. Klub juga harus mengatur beban pemain, rotasi skuad, dan pemulihan setelah perjalanan jauh, sementara tim-tim lain bisa terus melaju dengan ritme kompetisi yang normal. Ketimpangan seperti ini berpotensi memengaruhi persaingan gelar di liga.

Mengapa Piala Dunia Klub Putri Bentrok dengan Jadwal WSL

UEFA akan mendapatkan enam tempat di turnamen ini, dengan rincian lima klub lolos otomatis dan satu klub mengikuti babak kualifikasi enam tim sebelum turnamen dimulai. Tiga klub dengan peringkat tertinggi kemudian bergabung bersama 13 peserta kualifikasi otomatis untuk membentuk kompetisi berisi 16 tim.

Meski prosesnya masih harus diratifikasi oleh dewan FIFA, dipahami bahwa jatah UEFA akan diberikan kepada juara Liga Champions antara 2024 hingga 2027. Saat ini nama Barcelona sebagai juara dua kali dan Arsenal sudah mengantongi tempat, sementara gelar musim ini masih diperebutkan. Sisa slot akan diisi klub-klub dengan peringkat tertinggi dalam tabel koefisien Liga Champions UEFA.

Dalam tabel koefisien untuk siklus empat tahun berjalan, Chelsea menempati posisi ketiga di belakang Barcelona dan Lyon. Mereka unggul 17 poin atas Bayern Munich di peringkat keempat dan sudah tidak mungkin terkejar. Berdasarkan peringkat terkini, Bayern dan Wolfsburg menjadi kandidat berikutnya, tetapi Wolfsburg tidak lolos ke Liga Champions musim ini sehingga tidak akan menambah poin dan kemungkinan besar akan dilewati Real Madrid atau Paris Saint-Germain.

Ada satu aturan yang membuat posisi Chelsea rapuh. FIFA berencana membatasi jumlah peserta dari setiap negara maksimal dua klub, sehingga kemenangan Manchester City di Liga Champions akan membuat Chelsea kehilangan tempatnya.

Dampak bagi WSL dan Klub yang Terlibat

WSL memilih tidak berkomentar karena belum menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana FIFA untuk turnamen tersebut. Namun sejumlah sumber mengakui bahwa dampaknya kemungkinan besar akan sulit ditangani, terutama karena liga harus menyesuaikan kalender yang sudah padat.

WSL memiliki jeda musim dingin yang pada musim ini dijadwalkan berlangsung 21 Desember hingga 10 Januari. Jeda itu memang bisa dimundurkan sedikit, tetapi menyelaraskannya dengan Piala Dunia Klub Putri dinilai tidak praktis mengingat kalender yang sudah sesak.

Memindahkan jeda musim dingin bukan hanya membuat musim berjalan tidak seimbang. Langkah itu juga akan menumpuk pertandingan WSL pada periode ketika fase gugur Liga Champions dimulai pada awal Februari, sehingga klub-klub yang berlaga di Eropa harus menghadapi dua beban berat sekaligus.

Kepadatan Jadwal dan Bayangan Olimpiade 2028

Isu kepadatan jadwal memang menjadi kekhawatiran yang terus membesar di sepak bola putri. Tahun 2028 diproyeksikan menjadi periode paling rumit karena turnamen sepak bola Olimpiade digelar di Los Angeles pada Agustus, tepat sebelum musim domestik Eropa dimulai.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memperluas sepak bola putri menjadi 16 negara pada Olimpiade 2028. Berbeda dengan versi putra yang dibatasi pemain di bawah 23 tahun dengan tiga pengecualian pemain senior, versi putri mengizinkan pemain senior ikut serta. Artinya, klub-klub Eropa harus rela kehilangan pemain inti mereka di awal musim.

Kehadiran Piala Dunia Klub Putri di tengah musim Eropa membuat persoalan ini semakin runyam. Turnamen yang dipaksakan masuk ke kalender tersebut menambah beban yang sudah ada, bukan menggantikannya.

Keluhan Hukum terhadap FIFA Semakin Meluas

Ketegangan antara penyelenggara liga dan FIFA bukan hal baru. Bulan lalu, European Leagues, sebuah kelompok lobi, memperluas keluhan hukumnya kepada Komisi Eropa terkait dugaan “penyalahgunaan kekuasaan dan posisi dominan” yang dilakukan badan sepak bola dunia itu, kini mencakup pula sepak bola putri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberatan terhadap penambahan kompetisi baru tidak lagi hanya soal jadwal. Ada kekhawatiran yang lebih mendasar mengenai siapa yang berhak menentukan arah kalender sepak bola dan bagaimana kepentingan liga domestik diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.

Bagi klub seperti Arsenal dan Chelsea, persoalan ini bermuara pada pilihan sulit antara tampil di panggung dunia atau menjaga konsistensi di kompetisi domestik. Keputusan FIFA berikutnya akan sangat menentukan seberapa besar guncangan yang harus dihadapi WSL musim depan.

Kesimpulan

Piala Dunia Klub Putri yang digelar 5-30 Januari berpotensi membuat Arsenal dan Chelsea melewatkan hingga empat pekan WSL plus putaran keempat Piala FA. Posisi Arsenal sudah aman sebagai juara Liga Champions 2025, sementara Chelsea masih bergantung pada hasil Liga Champions musim ini dan aturan batas dua klub per negara dari FIFA.

WSL belum menerima penjelasan resmi dan menilai penyesuaian kalender sebagai hal yang sulit diwujudkan. Ditambah bayangan Olimpiade 2028 dan keluhan hukum European Leagues, persoalan ini memperlihatkan bahwa kepadatan jadwal di sepak bola putri akan terus menjadi isu besar dalam beberapa tahun ke depan.