Ezri Konsa menegaskan bahwa peluang Arsenal di Liga Champions tetap terbuka menjelang lawatan ke markas Bayern Munich di Allianz Arena, Rabu. Bek 28 tahun itu menilai Arsenal datang dengan bekal kepercayaan diri setelah rangkaian hasil positif musim ini. Baginya, laga di Jerman akan menjadi ujian penting untuk membuktikan kualitas skuad, bukan sekadar pertandingan besar biasa.
Keyakinan Konsa relevan karena ia baru bergabung dari Aston Villa dengan harga £51 juta dan langsung masuk ke inti pertahanan Arsenal. Cedera William Saliba membuat Arsenal butuh adaptasi cepat, dan Konsa sejauh ini menjawab kebutuhan itu dengan tampil di setiap menit pertandingan Premier League serta Liga Champions sejak debutnya. Menghadapi Bayern yang memiliki Harry Kane, peran Konsa akan menjadi salah satu kunci bagi ambisi Arsenal melaju jauh di kompetisi Eropa.
Konsa, Penggemar Arsenal yang Kini Menjadi Andalan
Konsa bukan sosok yang datang tanpa ikatan emosional dengan Arsenal. Ia mengaku sejak kecil sudah mendukung klub ini dan memiliki banyak kostum Arsenal ketika masih muda. Bagi pemain yang tumbuh dengan melihat sederet bintang Arsenal itu, bisa membela klub idola sekaligus bermain bersama kawan-kawan dekat terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Salah satu hubungan terdekatnya adalah dengan Eberechi Eze, rekan yang juga penggemar Arsenal sejak kecil. Banyak suporter melihat rekaman pertemuan keduanya di pusat latihan setelah Konsa menyelesaikan transfer dari Aston Villa, momen yang diwarnai tawa dan pelukan hangat. Selain Eze, Konsa juga kenal baik dengan sejumlah pemain Arsenal dari tugas bersama timnas Inggris, seperti Declan Rice, Bukayo Saka, Noni Madueke, Myles Lewis-Skelly, dan Ben White, dan ia mengakui bantuan mereka membuat proses adaptasi jadi lebih mudah.
Adaptasi Cepat dan Penyelamatan Penting di Nottingham
Kebutuhan Arsenal untuk segera menempatkan Konsa di jantung pertahanan membuat adaptasinya harus berjalan cepat. Setelah debut sebagai pemain pengganti di markas Aston Villa, ia langsung dipercaya tampil penuh di laga-laga Premier League dan Liga Champions. Konsistensi itu penting karena Arsenal sedang kehilangan Saliba dan membutuhkan bek yang bisa menjaga stabilitas di belakang.
Kontribusi Konsa terlihat jelas dalam kemenangan 1-0 Arsenal di kandang Nottingham Forest. Pada menit ke-93, ketika Forest berusaha menyamakan kedudukan, ia berlari mengejar Liam Delap dan melakukan tekel penyelamatan yang bersih. Kemenangan itu tidak lahir dari performa menyerang yang paling mengesankan, tetapi justru terasa berharga karena Arsenal mampu bertahan hingga akhir; hasil ini menjadi kemenangan ke-10 mereka dalam 11 laga musim ini sekaligus menambah rapor clean sheet.
Hasil di Nottingham juga punya makna khusus karena pada dua musim sebelumnya Arsenal hanya bermain imbang 0-0 di tempat yang sama. Konsa menceritakan bahwa pelatih terus mengingatkan para pemain tentang catatan tersebut, dan skuad ingin mengubahnya. Menurutnya, tim yang ingin meraih gelar memang harus mampu mencuri tiga poin dari venue-venue sulit seperti itu.
Ujian Berat Menjaga Harry Kane di Allianz Arena
Laga melawan Bayern Munich akan menghadirkan tantangan tersendiri bagi Konsa karena ia berpotensi berhadapan dengan rekan setimnya di timnas Inggris, Harry Kane. Kane sedang dalam performa tajam sejak meninggalkan Tottenham menuju Bayern pada 2023, dengan catatan 155 gol dalam 157 pertandingan untuk klub Jerman itu. Angka tersebut menunjukkan betapa besar ancaman yang harus diantisipasi lini belakang Arsenal.
Meski begitu, Konsa punya rekam jejak yang cukup meyakinkan saat menghadapi Kane. Ia sudah bertemu tujuh kali dengan penyerang itu, enam di antaranya ketika masih membela Aston Villa melawan Tottenham. Pertemuan terakhir terjadi pada Oktober 2024, saat Konsa ikut dalam kemenangan 1-0 Villa atas Bayern di Villa Park dalam ajang Liga Champions, laga kandang pertama Villa di kompetisi itu setelah 41 tahun.
Dari tujuh pertemuan tersebut, tim Konsa mencatat empat kemenangan dan tiga kekalahan, sementara Kane hanya mencetak dua gol dan keduanya melalui penalti. Konsa mengaku tidak terlalu memikirkan statistik individu semacam itu, tetapi ia menyambut tantangan besar tersebut. Ia menilai laga nanti tetap berbeda karena Bayern datang dengan kualitas kolektif yang bisa merepotkan siapa pun.
Peluang Arsenal di Liga Champions dan Standar Baru Konsa
Konteks laga kali ini berbeda dari pertemuan Villa dengan Bayern pada 2024. Ketika itu, Villa tampil sebagai underdog yang berusaha menemukan kembali posisinya di elit Eropa, dan kemenangan 1-0 mereka terasa bersejarah, termasuk karena mengenang final Piala Eropa 1982 antara kedua klub. Kini Arsenal akan datang sebagai setara Bayern dan bahkan masuk jajaran favorit juara, meski musim lalu harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain lewat adu penalti di final.
Konsa juga membawa pengalaman juara dari Aston Villa, yaitu trofi pertama kariernya setelah mengalahkan Freiburg di final Liga Europa. Pengalaman itu membuatnya semakin lapar untuk meraih lebih banyak gelar bersama Arsenal. Ia merasakan tekad besar di dalam skuad untuk melangkah lebih jauh di Eropa dan tidak puas hanya dengan pencapaian yang sudah ada.
Ambisi itu tergambar dari cara Konsa berbicara tentang target Arsenal. Ia menyebut para pemain memiliki standar dan tujuan tinggi, termasuk ingin memenangkan Liga Champions serta Premier League. Baginya, kedatangannya ke Arsenal adalah untuk mengejar trofi, dan musim ini ia ingin menambahkan pencapaian baru setelah sebelumnya merasakan gelar bersama Villa.
Dampak bagi Arsenal Menjelang Laga Besar
Kepercayaan diri Konsa memberi Arsenal tambahan kekuatan mental menjelang laga di Allianz Arena. Dengan Saliba masih dibutuhkan waktu untuk pulih, performa Konsa menjadi penopang penting dalam menjaga keseimbangan pertahanan. Jika ia mampu meredam Kane dan menjaga disiplin lini belakang, Arsenal punya peluang lebih besar untuk membawa pulang hasil positif.
Namun, laga melawan Bayern juga akan menguji sejauh mana Arsenal bisa tampil sebagai favorit. Status itu membawa tekanan berbeda dibandingkan ketika mereka masih dipandang sebagai penantang. Konsa dan rekan-rekannya perlu menunjukkan bahwa kemenangan-kemenangan ketat seperti di Nottingham bukan hanya hasil kerja keras, tetapi juga tanda kesiapan tim untuk bersaing di level tertinggi.
Secara keseluruhan, Konsa membawa kombinasi pengalaman, kedekatan emosional dengan Arsenal, dan catatan pertahanan yang menjanjikan menuju laga melawan Bayern. Penyelamatan di menit akhir melawan Forest menunjukkan nilai praktis dari kualitasnya, sementara rekam jejaknya melawan Kane memberi Arsenal sedikit rasa aman. Jika konsistensi itu berlanjut, peluang Arsenal di Liga Champions akan tetap hidup dan semakin menarik untuk diikuti.
