Hasil Nations League antara Prancis dan Italia berakhir imbang 1-1 di Stade de France pada Jumat malam. Laga tersebut menjadi pertandingan kandang pertama Zinedine Zidane sejak menangani Prancis, tetapi tuan rumah gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dan harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh orang. Kiper tamu, Gianluigi Donnarumma, tampil sebagai sosok paling menentukan lewat serangkaian penyelamatan yang membuat pendukung tuan rumah di Stade de France harus menahan kecewa.
Hasil ini terasa krusial karena Prancis tetap bertahan di puncak Grup A1, namun keunggulan mereka atas Belgia kini hanya menyisakan satu poin. Bagi Italia, satu angka di kandang salah satu tim terkuat dunia menjadi modal berharga untuk melanjutkan proses pembenahan skuad asuhan Roberto Mancini. Kedua negara bertetangga itu juga masih menyimpan agenda lanjutan pada Senin mendatang, sehingga persaingan di grup ini belum bisa diprediksi siapa yang akan finis teratas.
Jalannya Laga: Olise Membuka, Bastoni Menyamakan
Prancis memecah kebuntuan pada menit ke-55 lewat sepakan melengkung Michael Olise yang masuk setelah menyentuh mistar gawang. Gol itu lahir dari skema bola mati pendek yang dieksekusi Rayan Cherki, sebuah variasi yang membuat pertahanan Italia lengah. Olise menjadi pembeda di momen tersebut karena mampu menyelesaikan peluang dari sudut yang tidak mudah.
Keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama akibat buruknya koordinasi di lini belakang pada pertengahan babak kedua. Bek Italia, Alessandro Bastoni, memanfaatkan celah itu dengan berlari menerobos ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan rendah yang bersarang di dalam tiang kanan. Gol tersebut menghukum Prancis yang tampak kehilangan konsentrasi setelah beberapa kali gagal menambah gol.
Italia sebenarnya punya peluang lebih dulu melalui Moise Kean, tetapi penyelesaiannya dari jarak dekat hanya mengarah tepat ke kiper Mike Maignan. Sebaliknya, Donnarumma bekerja keras sejak awal babak kedua dengan menggagalkan dua peluang beruntun dari Ousmane Dembélé dan Désiré Doué. Tak lama setelah Italia menyamakan kedudukan, kiper berusia muda itu kembali menampilkan penyelamatan rendah gemilang untuk menahan sepakan Adrien Rabiot.
Donnarumma Jadi Tembok, Upamecano Diusir
Laga berjalan semakin panas ketika Dayot Upamecano menerima kartu kuning kedua di penghujung pertandingan dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan sepuluh pemain tidak membuat Prancis mengendur, karena mereka tetap memaksakan diri mencari gol kemenangan. Donnarumma bahkan masih harus menepis sepakan Eduardo Camavinga pada masa tambahan waktu agar satu poin Italia tetap terjaga.
Zinedine Zidane mengakui timnya seharusnya meraih kemenangan, namun ia tetap menyimpan rasa bangga terhadap penampilan anak asuhnya. “Kami tentu ingin menang untuk para penggemar malam ini, tetapi saya jelas sangat tersentuh dan senang bisa kembali ke Stade de France,” ujarnya usai laga. “Saya senang dengan penampilan, meski tidak dengan hasilnya. Kami punya peluang untuk mencetak gol kedua dan kami tidak melakukannya. Tapi saya sangat bangga pada pemain saya.”
Dari kubu Italia, Roberto Mancini menilai hasil ini sebagai bukti bahwa timnya sedang berada di jalur yang benar. Menurutnya, menghadapi salah satu tim terbaik dunia dan menahan mereka selama 90 menit adalah pencapaian tersendiri. “Saya pikir ini penampilan hebat malam ini melawan salah satu tim terbaik dunia, dengan aspek-aspek yang sangat positif di dalamnya,” kata Mancini. “Kami berada di jalan yang benar, dan kami perlu terus bermain seperti ini.”
Dampak Hasil Nations League bagi Peta Grup A1
Dengan tambahan satu poin, Prancis masih menguasai puncak klasemen Grup A1, unggul satu angka atas Belgia. Belgia sendiri sukses memetik kemenangan meyakinkan 3-0 saat menjamu Turki, tim yang berada di dasar klasemen, di Liège. Selisih tipis inilah yang membuat pertemuan kedua negara bertetangga itu pada Senin nanti di Stade de France menjadi laga yang sangat menentukan arah juara grup.
Di sisi lain, Italia akan menyambut Turki di Bologna dengan misi mengembalikan posisi mereka di papan atas grup. Bagi Mancini, pertandingan itu menjadi kesempatan untuk menguji konsistensi pola permainan yang sudah ia bangun. Sementara bagi Zidane, laga melawan Belgia akan menjadi ujian sesungguhnya soal bagaimana ia mengelola skuad yang punya tuntutan tinggi dari publik sendiri.
Lini belakang menjadi catatan penting bagi Prancis, bukan hanya karena gol Bastoni terjadi akibat kelalaian, tetapi juga karena kartu merah Upamecano membuat tuan rumah kehilangan kendali di menit-menit akhir. Sebaliknya, Italia membuktikan bahwa mereka masih mampu tampil disiplin meski bermain di kandang lawan yang atmosfernya menekan. Kualitas lini pertahanan kedua tim jelas masih perlu kerja keras sebelum laga-laga berikutnya.
Belgia Pesta Gol, De Bruyne dan Lukaku Bersinar
Belgia tidak menyia-nyiakan kesempatan bermain di kandang saat menaklukkan Turki tiga gol tanpa balas. Kevin De Bruyne, yang tampil dalam laga ke-127 bersama tim nasional, membuka skor dengan penyelesaian tenang dari tepi kotak penalti setelah pertukaran umpan pendek bersama Dodi Lukebakio. Meski begitu, Turki sempat beberapa kali menciptakan ancaman setelah gol pembuka tersebut.
Turki tercatat lebih berbahaya dalam fase menyerang setelah gol De Bruyne, namun mereka tidak mampu menemukan gol penyeimbang. Hukuman datang menjelang penanda satu jam pertandingan ketika gelandang Napoli itu mencetak gol keduanya pada menit ke-59 lewat sepakan melengkung dari tepi kotak penalti yang melewati kiper Ugurcan Cakir dan masuk ke sudut atas gawang.
Romelu Lukaku, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belgia, melengkapi kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-76. Pemain berusia veteran itu menyelesaikan umpan silang rendah Charles De Ketelaere dengan sedikit kurang sempurna, tetapi bola tetap berujung di gawang. Kombinasi De Bruyne dan Lukaku menegaskan bahwa Belgia tetap menjadi ancaman serius dalam perebutan posisi teratas grup.
Irlandia Utara Kejutkan Ukraina 3-0
Di League B, Irlandia Utara mengejutkan Ukraina dengan kemenangan 3-0 di Trnava, Slovakia, sekaligus mengambil alih puncak grup mereka. Hasil ini memperbesar peluang Irlandia Utara untuk promosi ke kasta teratas kompetisi. Ciaron Brown, satu-satunya pemain berusia di atas 24 tahun dalam susunan starter Michael O’Neill, mencetak dua gol yang mengapit gol Isaac Price.
Kemenangan di kandang lawan itu membuat Irlandia Utara mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Yang lebih mengesankan, mereka belum sekalipun kebobolan jelang pertemuan dengan Georgia di Belfast pada Senin. Awal positif skuad asuhan O’Neill langsung berbuah hasil ketika Kieran Morrison mengirim umpan silang melengkung ke tiang jauh, diteruskan Ruairi McConville dengan sundulan, lalu diselesaikan Brown untuk gol pada penampilan ke-33nya, meski Illia Zabarnyi berusaha menghalau di garis gawang.
Georgiy Sudakov menjadi pemain Ukraina pertama yang mendapat peluang, tetapi sepakannya pada menit ke-19 hanya mengarah langsung ke kiper Pierce Charles. Beberapa saat kemudian, tuan rumah sudah tertinggal 2-0 setelah umpan pertama Morrison disambut sundulan kuat Price di tiang jauh, sekaligus mencatatkan assist bagi Morrison pada laga internasional kompetitif pertamanya. Gol kedua Brown datang dengan cara yang aneh: bek Oxford berusia 28 tahun itu naik untuk menyundul bola tendangan bebas Pierce Charles dari area pertahanan sendiri, dan kiper Ukraina, Dmytro Riznyk, membiarkan bola memantul melewati kedua kakinya.
O’Neill menyebut hasil tersebut sebagai kombinasi penampilan hebat dan sedikit keberuntungan. “Ini hasil yang bagus untuk kami, sebuah penampilan yang hebat,” ujarnya. “Gol cepat membantu kami bermain lebih tenang. Gol kedua adalah gol yang brilian. Kami membangun serangan sepanjang lapangan, kami bersabar, dan sundulan Isaac benar-benar bagus.” Ia juga mengakui gol ketiga lahir dari kesalahan lawan yang harus dimaksimalkan, sembari memuji cara timnya membatasi Ukraina hanya pada umpan silang dan tembakan dari luar kotak penalti.
Hasil Laga Lain: Dzeko Pensiun, Lewandowski Hat-trick
Pada laga lain di grup yang sama, bek sayap Liverpool, Milos Kerkez, mencetak satu-satunya gol untuk memberi Hungaria kemenangan 1-0 atas Georgia. Hasil itu membuat Hungaria menyamai perolehan poin Ukraina di posisi kedua dengan empat angka dari tiga pertandingan. Sementara itu, Edin Dzeko menutup karier internasionalnya dalam laga imbang 1-1 Bosnia dan Herzegovina melawan Swedia, ketika ia ditarik keluar pada menit ke-63 dari penampilan ke-152nya.
Pada laga tersebut, Bosnia tertinggal setelah Viktor Gyökeres mencetak gol dua menit sebelum Dzeko digantikan, sebelum Kerim Alajbegovic menyamakan kedudukan pada menit ke-80. Di pertandingan lain, Polandia menghancurkan Rumania 6-0 dengan Robert Lewandowski mencetak hat-trick. Radu Dragusin mendapat kartu merah pada menit ke-22 karena menjatuhkan Lewandowski di dalam kotak penalti, dan penyerang veteran itu bangkit untuk mengeksekusi penalti, lalu menambah gol pada menit ke-47 dan ke-86, dengan Piotr Zielinski, Jan Bednarek, dan gol bunuh diri Virgil Ghita melengkapi pesta gol di Warsawa.
Kepulauan Faroe juga menorehkan hasil mengesankan dengan menahan pemuncak Grup C3, Slovakia, 1-1 di kandang. Gol Adrian Justinussen pada babak kedua membatalkan gol bunuh diri Gunnar Vatnhamar sebelum jeda. Moldova naik ke posisi kedua grup setelah menang 2-1 di kandang Kazakhstan. Di kasta ketiga, Vasilije Adzic mencetak dua gol saat pemuncak Grup C2, Montenegro, menang 2-1 di Latvia, sementara Siprus mengalahkan Armenia 2-0 meski harus bermain dengan sepuluh orang setelah kartu merah Kostas Pileas di babak kedua.
Rangkaian hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di setiap kasta Nations League masih sangat cair, terutama di grup-grup yang diisi tim dengan kualitas berimbang. Prancis dan Italia sama-sama belum bisa memastikan posisi, Belgia terus menempel, sementara Irlandia Utara membuktikan bahwa tim dengan materi pemain muda bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Pertemuan-pertemuan pada matchday berikutnya akan menjadi penentu apakah tren positif masing-masing tim bertahan atau justru berbalik arah.
Yang menarik dari rangkaian laga kali ini adalah bagaimana hasil Nations League kerap ditentukan oleh detail kecil: sebuah penyelamatan kiper, kartu kuning kedua, atau kesalahan individu di garis gawang. Prancis kehilangan dua poin karena kelengahan sesaat, Ukraina tumbang karena blunder kipernya, dan Polandia menuai berkah dari kartu merah lawan. Bagi para penggemar, laga-laga pada Senin mendatang layak ditunggu, terutama duel Prancis melawan Belgia di Stade de France serta pertemuan Irlandia Utara dengan Georgia di Belfast.
