Sidang Ivan Toney Digelar 2028, Euro 2028 Tanpa Toney?

Ivan Toney akan menjalani sidang atas tuduhan penyerangan pada 12 Juni 2028. Tanggal itu bertepatan dengan fase grup Euro 2028, sehingga secara efektif membuat penyerang timnas Inggris tersebut tersingkir dari turnamen yang akan digelar di Inggris dan Irlandia. Penetapan itu menjadi pukulan bagi karier internasionalnya.

Penjadwalan sidang tersebut juga menjadi pukulan bagi Toney maupun skuad Inggris. Pemain yang kini memperkuat Al-Ahli di Liga Pro Saudi itu sebelumnya menjadi bagian tim asuhan Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026. Tuduhan yang ia bantah berasal dari insiden di sebuah klub malam di Soho pada 6 Desember tahun lalu.

Sidang Ivan Toney Dijadwalkan 12 Juni 2028

Toney hadir di Pengadilan Crown Southwark dan berdiri di dok terdakwa untuk menegaskan pembelaan tidak bersalah. Penyerang itu dituduh menanduk dan memukul Saber Da Silva di sebuah klub malam di Soho pada 6 Desember tahun lalu. Tuduhan yang dihadapi adalah penyerangan yang menyebabkan cedera fisik nyata.

Hakim Hehir menetapkan sidang pada 12 Juni 2028, atau sekitar 20 bulan sejak penetapan. Ia meminta maaf kepada Toney karena jeda waktu yang panjang. Menurut hakim, pengadilan crown saat ini bekerja di bawah tekanan besar, dan Toney berada dalam antrean terdakwa yang menunggu jadwal sidang.

Setelah penetapan itu, Toney dibebaskan dengan jaminan tanpa syarat. Hakim menekankan bahwa sangat penting, sekaligus soal akal sehat, bagi Toney untuk tetap berkomunikasi secara rutin dengan pengacaranya selama menunggu sidang. Hakim juga memberi peringatan formal bahwa tidak hadir di pengadilan merupakan pelanggaran pidana yang dapat dipidana penjara, dan kasusnya kemungkinan tetap disidangkan tanpa kehadirannya.

Kronologi Tuduhan dan Pembelaan

Kasus ini bermula dari insiden di klub malam Soho pada 6 Desember tahun lalu. Toney dituduh menanduk dan memukul Da Silva hingga menyebabkan cedera. Ketika memasukkan pembelaan di Pengadilan Magistrat Westminster pada awal Oktober, jaksa Tom Heslop menyampaikan bahwa Toney dan Da Silva sempat bertukar kata hingga saling berhadapan. Menurut tuduhan, Toney kemudian menyerang dengan tandukan kepala dan beberapa pukulan. Da Silva disebut mengalami cedera pada hidung dan jari.

Setelah menyatakan tidak bersalah, Toney meminta agar sidangnya digelar di pengadilan crown. Juru bicara Toney menyatakan bahwa pemain itu mengakui adanya tuduhan, merasa terkejut, tetapi menantikan kesempatan untuk membersihkan namanya di pengadilan. Pernyataan itu muncul setelah polisi Metropolitan mengumumkan tuduhan terhadapnya.

Di luar persoalan hukum, Toney bukan nama baru di sepak bola Inggris. Ia memiliki 10 penampilan bersama timnas Inggris dan memulai karier di Northampton sebelum pindah ke Newcastle dan Peterborough. Kariernya melejit di Brentford, tempat gol-golnya membantu klub promosi ke Premier League pada 2021 dan mengukuhkannya sebagai salah satu striker teratas di Liga Inggris. Pada 2024, ia pindah ke Al-Ahli dengan nilai transfer 40 juta poundsterling.

Dampak bagi Inggris dan Euro 2028

Toney sempat menjadi bagian skuad Tuchel di Piala Dunia 2026. Ia masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Argentina di semifinal dan menjadi starter dalam kemenangan atas Prancis di perebutan tempat ketiga. Namun, sekitar tiga minggu setelah turnamen, polisi Metropolitan menuntutnya. Ia juga tidak masuk dalam skuad berikutnya untuk laga Nations League pada akhir September dan awal Oktober.

Dengan sidang yang berlangsung pada fase grup Euro 2028, sulit membayangkan Tuchel memilih Toney untuk turnamen tersebut. Bukan hanya soal ketersediaan pemain, tetapi juga fokus dan stabilitas tim. Manajer biasanya ingin skuad yang bebas dari gangguan besar, terutama saat turnamen besar berlangsung di Inggris dan Irlandia.

Bagi Toney, jadwal sidang ini membatasi peluangnya kembali memperkuat Inggris di panggung utama. Bagi timnas, Inggris harus menyiapkan rencana tanpa salah satu opsi di lini depan. Meski Toney masih berkarier di level klub bersama Al-Ahli, bayang-bayang kasus hukum akan memengaruhi posisinya di timnas selama proses berjalan.

Tekanan Pengadilan dan Karier Ivan Toney

Penundaan hingga 2028 menunjukkan beban yang dihadapi pengadilan crown. Hakim Hehir secara terbuka meminta maaf dan menyebut lembaga tersebut sedang menghadapi tekanan besar. Dalam konteks ini, kasus Toney bukan hanya persoalan individu, tetapi juga cerminan antrean perkara yang panjang di sistem peradilan.

Bagi Toney, ada kewajiban yang harus dijaga selama menunggu sidang. Ia diminta tetap berkomunikasi dengan pengacara, dan peringatan hakim menegaskan konsekuensi serius jika ia gagal hadir. Kemungkinan disidangkan tanpa kehadiran membuat proses hukum ini semakin menuntut perhatian, bahkan ketika karier klubnya terus berjalan.

Ke depan, Toney harus membagi fokus antara karier di Al-Ahli dan proses hukum yang panjang. Euro 2028 di Inggris dan Irlandia menjadi panggung yang kemungkinan besar dilewatkannya. Perjalanan kariernya dari Brentford hingga transfer 40 juta poundsterling menunjukkan kualitasnya, tetapi sidang ini menjadi ujian besar di luar lapangan.

Secara keseluruhan, sidang Ivan Toney pada 12 Juni 2028 membuat peluangnya tampil di Euro 2028 nyaris tertutup. Ia membantah tuduhan penyerangan terhadap Saber Da Silva, sementara pengadilan menjadwalkan persidangan jauh di masa depan karena tekanan perkara. Dampaknya tidak hanya dirasakan Toney, tetapi juga timnas Inggris yang harus merencanakan skuad tanpa dirinya.

Sampai putusan diambil, kasus ini akan terus membayangi karier Toney. Ia masih bisa bermain di level klub, tetapi perhatian publik dan proses hukum tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanannya bersama Al-Ahli dan timnas Inggris. Hanya waktu yang akan menentukan bagaimana kasus ini berakhir.